FAQs-Template-Fix
News Update
Loading...

Saturday, December 7, 2019

Deploy Aplikasi dengan GitHub Pages

Deploy Aplikasi dengan GitHub Pages


Git adalah salah satu dari sekian Version Control System, Git sangat banyak digunakan oleh para developer untuk membantu mengembangkan Aplikasi atau Project mereka dan juga memberi tau baris kode yang telah diperbarui.

Git juga bisa kita manfaat pada platform seperti GitHub yang merupakan salah satu Platform Git yang sangat terkenal dikalangan developer, github sendiri memiliki banyak sekali fitur yang dapat kita manfaatnya, contohnya adalah GitHub Pages, kita dapat mendeploy project atau aplikasi dengan memanfaat subdomain gratis dari GitHub, sehingga code yang ada di repository dapat eksekusi atau dijalankan layaknya Sebuah Website atau Aplikasi.

Tutorial Men-Deploy Aplikasi atau Project dengan GitHub Pages


Note:

[-] Kalian harus Menginstall Git dan aplikasi [GitHub Desktop (Optional)]
[-] Mempunyai akun GitHub yang bisa didaftar disini
[-] Subdomain yang diberikan oleh GitHub sendiri ialah github.io
[-] Username kalian akan dikombinasi subdomain, sehingga menghasilkan username.github.io

Buat repository pada bagian "+" dan pilih New Repository dengan username yang sudah dikombinasi dengan subdomain, yang dimana repository ini akan menjadi layaknya sebuah hosting.


Kemudian bukan command line dan arahkan ke Folder Project yang akan di Deploy atau diunggah Carah pertama,
cd [Lokasi Folder Project]




Cara kedua, dengan klik kanan pada folder project, dan pilih Git Bash Here


jika sudah, masukkan command dibawah, dan secara otomatis folder .git akan ter-generate didalam project
git ini


Setelah itu Staged Project dan commit
git add -A
git commit -m "First Commit"


Lalu, remote Repository dengan url dan tambahkan .git
git remote add origin https://github.com/[Username]/[Username].github.io.git

Ganti [Username] dengan username milik kalian.


Kemudian kalian akan dimunculkan dengan Halaman baru, dimana kalian diharuskan untuk login akun GitHub, kemudian kita Push project
git push origin master

Login kembali akun GitHub di CMD, jika Task di Cancel dan tunggu proses upload selesai


Jika sudah, refresh halaman repository, project akan muncul pada repository tersebut.

Kemudian buka link subdomain dan Project pun sukses terdeploy.


PENTING!!! type Index extension file yang dibacah adalah .html, selain itu project tidak akan berjalan

Tambahan

Kalian bisa memanfaat aplikasi GitHub Dekstop untuk meng-clone repository dari akun GitHub, dengan login terlebih dahulu pada aplikasi, kemudian pergi ke File -> Clone a repository, lalu pilih repository yang ingin di clone dan pilih lokasi folder nya.



Bagi yang masih kebingungan, silahkan simak video dibawah :)


Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat. Peace xD

Thursday, December 5, 2019

Routing Static di MikroTik

Routing Static di MikroTik


Routing Statis merupakan salah satu langkah untuk menghubungkan beberapa network pada router, cara ini dilakukan secara manual dan membutuhkan ketelitian. Jika tidak, sedikit saja kesalahan maka hubungan antar koneksi akan terkendala. Routing static biasa membutuhkan konerja router yang sedikit dibanding Routing Dinamis, dimana routing dinamis mencari informasi disekitarnya dan membuat tabel routing pada router.

Dan pada kali ini kita akan meng-implementasikan Routing Statis pada MikroTik, simak tutorial dibawah

Tutorial Static Route pada MikroTik


Kalian bisa lihat topologi Simple dibawah, saya menggunakan GNS3 untuk uji cobanya


Dari topologi diatas kita mempunya 2 Router, dimana  Network 10.10.10.1 dan 10.10.10.2 sebagai gateway kedua client diatas, bagaimana agar Client 1 dan Client 2 bisa terkoneksi? Salah satunya Kita menggunakan Static Route.

By the way, sebenarnya konsep static route sama pada umumnya, jika kalian pernah menggunakan static route pada Cisco, kalian akan mudah memahami juga pada MikroTik nantinya atau begitu juga sebaliknya :)

Kita masuk pada R1, IP -> Route tambahkan Route, dibawah.

Jika kita lihat Dst. Address itu sebagai Network pada client, disini kita menggunakan prefix yang biasa digunakan yaitu /24. dan Gatewaynya adalah Next HOP dari router selanjutnya, yaitu R2 yang saling terkoneksi dengan R1.


Kemudian tambahkan juga IP Route pada R2, sesuaikan dengan sebelumnya, R1 sebagai Gateway dari R2.


Terakhir kita test koneksi dengan menggunakan ping, jika berhasil tandanya sukses.



Bagi yang masih kebingungan, silahkan simak video dibawah :)


Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat. Peace xD

Saturday, October 26, 2019

Install Linux, Apache, MariaDB, PHP [LAMP Stack] Debian 9 - VPS

Install Linux, Apache, MariaDB, PHP [LAMP Stack] Debian 9 - VPS


Mungkin LAMP masih asing kedengarannya bagi kalian yang masih awam, LAMP merupakan singkatan dari (Linux, Apache, MariaDB, dan PHP). Linux itu sendiri merupakan system operasinya, jadi kebanyakan developer menggunakan linux sebagai system operasi mereka dengan alasan lebih ringan, gratis, dan juga efisien. Apache sebagai Web Servernya kemudian MariaDB atau MySQL sebagai penyimpanan data di database dan PHP sebagai backend systemnya.

Kalau kalian pernah menggunakan XAMPP, kegunaannya hampir sama. Hanya saja XAMPP membuat server dengan koneksi offline sedangkan LAMP kita membuat server berbasis online atau juga offline. Nah, dengan LAMP sendiri kalian juga bisa membuat aplikasi atau server website kalian menjadi lebih dinamis.


Tutorial Install LAMP Stack di Debian 9


pada installasi LAMP Stack, pastikan kalian sudah menginstall UFW untuk manajemen firewall koneksi nantinya.


Update Repository

Lakukan update pada debian
apt-get update


Install Apache

Kemudian install apache 2, laku konfirmasi penggunaan disk "Y"
apt install apache2


Masuk pada List pada aplikasi di UFW
ufw app list


Checking dan memberikan rule pada WWW Full

akan muncul list aplikasi pada UFW, dan akan muncull WWW, yang berarti apache atau web server yang sudah kita install sebelumnya. Kemudian kita check "WWW Full"
ufw app info "WWW Full"

Akan muncul informasi berupa port yang digunakan apache tersebut

Profile: WWW Full
Title: Web Server (HTTP,HTTPS)
Description: Web Server (HTTP,HTTPS)

Ports:
   80,443/tcp

pada info diatas kita tau bahwa WWW Full menggunakan port 80 untuk HTTP dan 443 untuk HTTP Secure, kemudian kita beri rule pada WWW Full agak trafik bisa berjalan nantinya
ufw allow in "WWW Full"


Test Web Server

Setelah itu, test web server dengan menggunakan IP debian kalian sebagai URL web tersebut. By the way, jika kalian tidak menetahui IP milik kalian, check menggunakan ifconfig atau
ip addr show eth0 | grep inet | awk '{ print $2; }' | sed 's/\/.*$//'


Install MariaDB

Lalu kita masuk ke tahap installasi MariaDB. Disini saya menggunakan MariaDB yang merupakan perkembangan dari MySQL.
apt install mariadb-server


Kemudian kita masuk Secure Installation
mysql_secure_installation

Kita sudah melakukan instalasi MariaDB, karena belum ada konfigurasi jadi kosongkan pada password root dengan menekan tombol "Enter" saja.

Set root Password? n
Remove anonymous? y
Disallow root login remotely? y
Remote test database and access to it? y
Reload privilege table now? y


Kita beri akses pada akun yang bernama admin dengan otoritasnya sama seperti root dengan menggunakan password
mariadb
GRANT ALL ON *.* TO 'admin'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password' WITH GRANT OPTION;
FLUSH PRIVILEGES;
exit

ganti 'password' dengan password yang kalian inginkan. dan exit untuk keluar dari MariaDB


Kemudian kita buat mariadb untuk bisa mengakses databases.
By the way ini beda dengan konfigurasi diatas, karena konfigurasi diatas kita memberikan hak istimewa pada akun tersebut.


lalu autentikasi user admin ketika kita ingin mengakses database
mariadb -u admin -p
kemudian masukan password admin yang dibuat tadi

Install PHP

Setelah itu, kita install PHP untuk systemnya, php ini sudah di test dan bekerja dengan baik.
apt install php libapache2-mod-php php-mysql


jika sudah, check versi php dengan, php -v


Test PHP

<?php
phpinfo();
?>

kita akan menguji coba, apakah proses dari php sudah berjalan atau tidak. Kita buat file bernama info.php didalam directory /var/www/html/
nano /var/www/html/info.php


Kemudian, masuk execute dengan url dengan menambahkan /info.php
http://ip_address/info.php


Tips

disini saya akan memberikan tips untuk mengganti prioritas index extension pada web server saat di execute.

Buka bagian dir.conf
nano /etc/apache2/mods-enabled/dir.conf

<IfModule mod_dir.c>
                DirectoryIndex index.html index.cgi index.pl index.php index.xhtml inde$
</IfModule>

# vim : syntax=apache ts=4 sw=4 sts=4 sr noet

Pada bagian  "DirectoryIndex index.html index.cgi index.pl index.php index.xhtml inde$"
kita lihat bahwa index.html menjadi prioritas utama dalam menjalankan script, jika kalian ingin mengganti urutan prioritasnya menjadi php, ubah urutan extension php menjadi pertama.

<IfModule mod_dir.c>
                DirectoryIndex index.php index.cgi index.pl index.xhtml inde$
</IfModule>

# vim : syntax=apache ts=4 sw=4 sts=4 sr noet

Kemudian restart dan check service Web Server
systemctl restart apache2
systemctl status apache2

Bagi yang masih kebingungan, silahkan simak video dibawah :)


Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat. Peace xD

Wednesday, October 2, 2019

Install Uncomplicated Firewall pada Debian

Install Uncomplicated Firewall pada Debian


Uncomplicated Firewall, atau yang biasa disingkat dengan UFW merupakan salah satu interface ke iptables yang memudahkan kita dalam mengkonfigurasi firewall, sebenarnya kita bisa melakukan konfigurasi firewall dengan iptables, tapi akan terasa rumit bagi kalian yang masih pemula dan akan mengalami kesulitan untuk mempelajarinya dengan benar. Jika kalian ingin menggunakan firewall untuk pengaman jaringan dan bingung ingin menggunakan tool apa, UFW adalah pilihan tepat untuk anda yang ingin konfigurasi yang simple.

Tutorial Install UFW pada Debian


Update repository debian
apt-get update



Kemudian lakukan penginstallan UFW
apt-get install ufw


Fix no Installation Candidate

Jika kalian mengalami error " No Installation Candidate" seperti dibawah, berarti source list kalian hanya memiliki repository security, kalian perlu menambahkan repositoty main nya.


masuk pada source.list
nano /etc/apt/sources.list

dan tambahkan 2 baris source code dibawah
deb http://security.debian.org/ jessie/updates main contrib
deb-src http://security.debian.org/ jessie/updates main contrib

pada bagian jessie ganti sesuai dengan versi code name debian kalian, disini saya menggunakan debian 9 dengan code name stretch


Jika sudah, update kembali repository debian kalian
apt-get update


Selanjutnya kita install kembali UFW
apt-get install ufw


Setelah itu, jalankan UFW nya.
systemctl start ufw
systemctl status ufw


Tambahan,

Rule SSH

Kita sudah menjalankan ufw, tetapi belum sepenuhnya. sebelum itu karena kita menggunakan ssh ada baiknya kita memberi rule untuk SSH agar tidak di block ketika sudah di enable
ufw allow ssh

kita juga bisa menambahkan rule dengan port tersebut
ufw allow 22

namun jika kalian menggunakan port SSH yang berbeda seperti 4444 dsb.
ufw allow 4444

Rule jaringan lainnya

karena sudah menambahkan port ssh, ada baiknya kita menambahkan juga rule untuk webserver seperti 80 dan 443

Tambahkan port 80 untuk HTTP (Unencrypted Web Server)
ufw allow http atau ufw allow 80

Tambahkan port 443 untuk HTTPS (Encrypted Web Server)
ufw allow https atau ufw allow 443

Enable UFW

Jika sudah, kita enable UFW
ufw enable

Rule untuk IP Spesifik

untuk mengallow ip address kalian hanya perlu menginput ip address pada rulenya, contohnya ip 202.176.245.15
ufw allow from 202.176.245.15

atau kalian ingin memperbolehkan ip tersebut untuk melakukan remote dengan SSH
ufw allow from 202.176.245.15 to any port 22

Menghapus Rule

ketika kalian mengalami kesalahan pada konfigurasi, dan kalian ingin menghapusnya, check konfigurasi ufw yang berjalan
ufw status numbered


Hapus rule yang salah dengan, misalnya rule nomor 1
ufw delete 1

Disable dan Reset UFW

Jika kalian ingin menghentikan service UFW, kalian hanya perlu menjalankan command dibawah
ufw disable

Tapi jika kalian ingin melakukan konfigurasi UFW dari awal (konfigurasi default), jalankan command dibawah
ufw reset


Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat. Peace xD

Thursday, September 19, 2019

Install Dekstop Environment dan RDS pada VPS Debian

Install Dekstop Environment dan RDS pada VPS Debian


RDS, merupakan singkatan dari Remote Dekstop Service. Dimana ini merupakan salah fitur yang terdapat pada sistem operasi windows yang memperbolehkan kita untuk meng-operasikan  sebuah mesin atau perangkat dalam jarak jauh.

Nah, pada artikel kali ini,kita akan mencoba meng-Remote VPS Debian dengan XRDP. Apa itu XRDP? XRDP adalah sebuah Romote Dekstop Protocol yang berjalan pada sistem operasi linux, yang nantinya berguna untuk mengkoneksikan antara Server dan Client.

Tutorial Install RDS dan Dekstop Environment Debian


Kita login melalui SSH dengan PuTTY, menggunakan root


Kemudian kita update resource terlebih dahulu
apt-get update


Lalu kita lanjut dengan tahap penginstalan Dekstop Environment
apt-get install task-kde-desktop
kemudian Konfirmasi, Y
Ada banyak jenis Dekstop Environment, seperti GNOME, Xfce, MATE, LXDE, Cinnamon dan lain-lain. Disni saya menggunakan KDE untuk tampilan yang elegant. tapi jika kalian ingin peforma Dekstop yang bagus, saya sarankan untuk memilih Xfce, karena penggunaan yang minim dan memiliki peforma yang baik.



Tunggu beberapa saat, dan akan muncul konfigurasi layout keyboard, kita pilih saja English (US), dan tunggu lagi hingga proses instalasi selesai, karena akan membutuhkan waktu.


Jika sudah, kita install Remote Dekstop Servicenya
apt-get install xrdp tigervnc-standalone-server
kemudian Konfirmasi, Y



Setelah itu check service XRDP, apakah sudah berjalan atau tidak. Pada contoh dibawah service sudah berjalan Active


Kemudian kita buat user untuk login pada client nantinya.
Sebenarnya kalian bisa login dengan root tapi kalian juga bisa menggunakan user kalian sendiri.
useradd [username]
password [username]

Kemudian masukkan dan konfirmasi password untuk user tersebut


Kemudian reboot system dengan command reboot, dan tunggu 1-2 menit untuk booting kembali.

Lalu buka Remote Deskstop pada client dan login menggunakan root atau user kalian, disini saya menggunakan Windows 10 sebagai clientnya.


Setelah itu, pilih Session Xorg dan masukkan username dan password kalian.


Dan terakhir kalian akan diarahkan ke tampilan Dekstop yang sudah di install sebelumnya. and Done.




Bagi yang masih kebingungan, silahkan simak video dibawah :)


Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat. Peace xD

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notifikasi
#Stay_Safe yaa :)
Done